Wisata Keluarga Pantai Pangandaran 2021


Wisata Keluarga Pantai Pangandaran 2021


Wisata keluarga pantai pangandaran 2021
Kebersamaan yang takkan terulang

 

Halo semuanya, kali ini penulis akan membahas mengenai perjalanan ke Pangandaran. Pastinya setiap kita sudah tidak asing lagi dengan Pangandaran yah. Sekilas info, Panggandaran merupakan salah satu daerah di Jawa Barat dan berbatasan dengan Jawa Tengah.

Penulis sudah lama sekali berkunjung ke Pangandaran, jauh sebelum pandemik covid 19, kalau tidak salah 2 atau 3 kali penulis mengunjungi Pangandaran.

Pangandaran merupakan salah satu destinasi wisata yang banyak diminati di Jawa Barat, terutama karena keindahan alam dan Pantai yang dimilikinya. Bahkan setiap pergantian tahun Panggandaran selalu ramai dikunjungi wisatawan, baik lokal maupun manca negara. Memang tidak salah kalau banyak orang menjadikan Panggandaran sebagai tempat favorit untuk berlibur yah. Menurut penulis sendiri Pangandaran memang pantas mendapatkan predikat tujuan wisata favorit keluarga, karena Pangandaran memiliki pantai pasir putih yang bersih dan trumbu karang yang bagus dan indah, yang menjadi daya tarik para penyelam.

Baca juga:



Seperti diawal penulis katakan, Pangandaran tidak hanya memiliki pantai pasir putih yang bersih saja tetapi keindahan alam yang luar biasa keren dan tempat bersejarah lainnya yang masih dipelihara dengan baik sampai saat ini. Pantai Pangandaran juga cocok bagi pengunjung yang ingin melihat matahari terbenam (sunset) yang bisa dinikmati bersama keluarga ataupun pasangannya.

Untuk akses jalan menuju Pangandaran pun menurut penulis cukup bagus. Selain itu, bagi wisatawan yang ingin menginap pun tersedia banyak tempat penginapan yang murah meriah, bahkan banyak juga rumah-rumah warga yang menyewakan kamar mereka untuk para pengunjung yang datang dengan tarif yang relatif terjangkau.

Indahnya kebersamaan


Menurut penulis, jika ingin berkunjung atau berlibur ke Pangandaran lebih baik jangan di akhir pekan atau hari libur nasional. Kenapa penulis katakan demikian, alasannya karena pastinya banyak orang yang berkunjung, sehingga pantai menjadi sangat rampai, jadinya kita kurang menikmatinya. Selain itu juga, bagi kita yang ingin menginap di penginapan sekitar pantai tentunya harga sewanya jadi lebih mahal. Berbeda dengan hari biasa, harga sewa penginapan bisa jauh lebih murah bahkan mungkin kalau kita beruntung bisa dapat setengah harga jika dibandingkan dengan weekend atau hari libur. Terakhir adalah pasti macet, saking banyaknya orang yang mau berlibur dan membawa kendaraan akan menyebabkan antrian kendaraan dan kemacetan. Sehingga waktu untuk berliburnya terpotong oleh hal itu.

Nah seperti itulah pengalaman yang penulis bisa bagikan untuk kita semua. Salam sehat.

Keindahan Alam Indonesia Yang Tersembunyi

 

Indahnya Pantai Bangkep

 

Keindahan alam indonesia yang tersembunyi
Pantai Banggai Kepulauan

Hallo sobat traveler semuanya. Kali ini penulis ingin membagikan perjalanan ke Banggai Kepulauan (Bangkep). Tidak salah kalau penulis mengatakan Banggai Kepulauan, Keindahan Alam Indonesia yang tersembunyi. Karena memang sangat luar biasa indahnya pantai yang ada di sana dan masih sangat bersih. Mungkin banyak dari sobat traveler yang belum mengetahui daerah ini. Banggai Kepulauan, sesuai dengan namanya memang terdiri dari beberapa pulau-pulau dan terletak ditengah-tengah lautan lepas. Wilayah ini termasuk ke dalam wilayah pemerintahan Provinsi Sulawesi Tengah. Jika penulis tidak salah, Banggai Kepulauan merupakan Kabupaten baru, hasil pemekaran dari Kabupaten Luwuk.


Baca juga: My Journey to Banyuwangi


Potensi wisata yang dimiliki oleh Banggai Kepulauan tentunya pantai, tetapi selain itu banyak juga potensi lainnya, Cuma yang mau penulis bagikan adalah potensi wisata pantainya. Perjalanan kali ini penulis tidak seorang diri tetapi bertiga dengan teman penulis, memang sih tujuan utamanya bukan untuk berlibur, melainkan melaksanakan pekerjaaan. Dan ditengah-tengah waktu santai, penulis menyempatkan untuk mengexplore keindahan pantai yang dimiliki oleh Banggai kepulauan, karena sayang kalua dilewatkan heeehee.


 Baca juga: Mentawai Bumi Sikere


Untuk dapat sampai ke Banggai Kepulauan, sobat traveler harus melalui Kabupaten Luwuk, setelah itu baru menyebrang menggunakan Kapal Feri, atau Kapal Cepat, dan lain sebagainya. Oh iya untuk sampai ke tempat ini, hanya bisa ditempuh dengan menggunakan transportasi laut, sepertinya belum ada tranportasi udara (maaf kalau salah) dan transportasi darat. Sedangkan transportasi udara hanya tersedia di Luwuk, itu yang penulis tahu. Sebenarnya penulis merupakan orang yang kurang menyukai transportasi laut, walaupun penulis menyukai pantai heehee. Tapi apa mau dikata karena ini satu-satunya cara untuk bisa sampai ke sana, yah penulis memberanikan diri. Dan selama penyebrangan dari Luwuk ke Banggai Kepulauan penulis tidur, karena mengkonsumsi obat anti mabuk, oleh karena penulis mabuk laut. Perjalanan dari Luwuk ke Banggai Kepulauan memakan waktu kurang lebih 4-6 jam.

 

Baca juga: Sumba Surga Tersembunyi di Timur Indonesia Part 1


Bagi sobat traveler  yang pencinta pantai, merupakan keharusan untuk berkunjung ke Banggai Kepulauan. Bahkan penulis bisa katakan sobat traveler tidak lengkap jika belum berkunjung ke sana heeehee. Jika penulis bandingkan dengan pantai-pantai di Bali, pantai di Banggai Kepulauan tidak kalah, bahkan mungkin masih jauh lebih baik, karena belum terlalu banyak dijamah oleh wisatawan, sehingga airnya masih sangat bersih.



Penulis yakin, jika pemerintah daerah konsen mengelola potensi wisata pantainya, maka Banggai Kepulauan akan menjadi destinasi yang diminati oleh banyak orang (baik wisatawan lokal maupun luar negeri).

Oh iya bagi para sobat traveler yang ingin berkunjung ke Banggai kepulauan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Pertama, keberangkatan kapal penyebrangan dari Luwuk ke Banggai Kepulauan yang terbatas setiap harinya. Kedua, jika berkunjung ke sana, lebih baik jangan pada musim hujan, karena akan menyebabkan banyak kendala. Seperti terhambatnya penyebrangan karena memperhatikan kondisi cuaca. Ketiga, sulitnya mendapatkan tempat untuk menginap (home stay) hampir sangat jarang, mungkin dipusat kotanya ada. Keempat, kendaraan umum selama berada di Banggai Kepulauan juga sangat terbatas, jadi lebih baik menyewa atau membuat perjanjian dengan pemilik kendaraan untuk antar jemput ketika mengunjungi pantai-pantai di sana. Terakhir tentunya harus mempersiapkan budget yang cukup yah.


Baca juga: Sumba Surga Tersembunyi di Timur Indonesia Part 2


Selain potensi wisata pantai, sebenarnya Banggai Kepulauan juga memiliki potensi lainnya yaitu sumber daya alam yang melimpah, berupa hasil perkebuanan (seperti cengkeh, kelapa, talas, dll).


Estimasi pengeluaran:

  1. Tiket dari Bandung – Luwuk                    : 2.000.000 s/d 3.000.000 (tergantung pesawat yang digunakankan)
  2. Biaya penginapan di Luwuk                     : 200.000 s/d 250.000 (per malam)
  3. Tiket Kapal cepat Luwuk – Bangkep        : 50.000 s/d 250.000
  4. Biaya penginapan di Bangkep                 : -
  5. Biaya trip selama di Bangkep                  : -
  6. Biaya makan                                 : 100.000 (per hari/tergantung selera masing-masing)

 

Baca juga: Indahnya Kebersamaan Temanggung


Jadi sobat traveler bisa hitung sendiri saja berapa budget yang diperlukan untuk perjalanan ke Bangkep, tinggal disesuaikan saja mau berapa lama berada di Bangkep. Sebenarnya kalau ada agen perjalanan atau wisata ke Bangkep akan memudahkan orang-orang untuk berkunjung ke sana, dan tentunya budgetnya akan lebih murah. Oke sobat traveler, kiranya info trip to Bangkep ini bisa memberikan sedikit gambaran bagi kita semua yah, dan selamat menikmati Banggai Kepulauan, Keindahan Alam Indonesia Yang tersembunyi… see you next time

 

 

Mentawai Bumi Sikerei

 

Mentawai Bumi sikerei
Pemandangan pantai di Mentawai


Hallo sobat traveler semoga kita semua dalam keadaan sehat yah, dan pada masa pandemik ini, aktivitas perjalanan kita memang harus dikurangi guna mencegah penyebaran covid-19. Kali ini penulis ingin membagikan perjalanan ke Mentawai atau yang dikenal dengan nama Bumi Sikerei. Pasti banyak dari kita yang belum tahu Mentawai itu dimana. Mentawai merupakan daerah yang termasuk kedalam wilayah pemerintahan Provinsi Sumatera Barat. Di Sumbar sendiri banyak destinasi wisata yang keren. Tetapi kali ini penulis akan membahas mengenai Mentawai. Mentawai merupakan pulau tersendiri terpisah dari daratan Sumbar. Mentawai terletak ditengah-tengah lautan luas. Sebenarnya info tentang Mentawai pernah diberitakan beberapa tahun lalu oleh banyak media online ataupun televisi. Kalau penulis tidak salah 2x info mengenai Mentawai yang cukup menyita perhatian masyarakat Indonesaia. Pertama, ketika terjadi bencana tsunami, dan kedua ketika salah satu pulau kecil yang ada di Mentawai dimiliki oleh orang asing, sehingga tidak semua orang diizinkan untuk masuk ke pulau tersebut.

Baca juga: Sumba Surga Tersembunyi di Timur Indonesia Part 2

Potensi wisata yang dimiliki oleh Pulau Mentawa i tentunya pantai, karena seperti tadi penulis sampaikan, letak Mentawai yang berada ditengah-tengah lautan luas. Karena hal ini juga banyak turis mancanegara yang datang ke Mentawai hanya untuk menikmati pesona pantainya yang menurut penulis memang sangat indah dan bersih. Selain itu juga deburan ombak yang ada disejumlah pantai di Mentawai cukup tinggi, sehingga banyak orang, secara khusus para peselancar yang datang untuk mencoba berselancar di pantai-pantai yang ada di Mentawai.

Baca juga: Sumba Surga Tersembunyi di Timur Indonesia Part 1

Selain potensi wisata pantai, sebenarnya Mentawai juga memiliki potensi lainnya yaitu tradisi dan budaya, serta banyaknya bangunan-bangunan gereja tua warisan Belanda. Iya meskipun Mentawai termasuk ke dalam wilayah Sumbar yang notabene penduduknya beragama Islam, tetapi di Pulau Mentawai sebagian besar masyarakatnya beragama Kristen. Menurut penulis itulah keragaman yang dimiliki oleh bangsa Indonesia, yang tidak dimiliki oleh bangsa lainnya, dan hal itu harus terus dijaga.

Baca juga: Indahnya Kebersamaan Temanggung

Untuk dapat sampai ke Mentawai, sobat traveler harus melalui kota Padang terlebih dahulu, karena tidak ada penerbangan yang langsung ke Mentawai. Setelah dari kota Padang, baru sobat traveler bisa menyebrang ke Pulau Mentawai. Ada beberapa pilihan yang bisa digunakan oleh sobat traveler, yaitu bisa menggunakan kapal cepat ataupun kapal feri biasa, dan sekarang kalau tidak salah sudah ada tol laut yang juga bisa menjadi alternatif kita, tinggal disesuaikan saja dengan budget yang dimiliki heehee. Tetapi yang harus diingat ketika ingin berkunjung ke Mentawai, sobat traveler harus memperhatikan jadwal keberangkatan kapal cepat dan feri, baik itu dari Padang ke Mentawai ataupun sebaliknya, karena setiap harinya terbatas.

Baca juga: My journey to Banyuwangi

Estimasi pengeluaran:

1.     Tiket dari Jakarta – Padang                   : 1.000.000 s/d 2.000.000 (tergantung pesawat yang digunakankan)

2.     Biaya penginapan di Padang                  : 200.000 s/d 250.000 (per malam)

3.     Tiket Kapal cepat Padang – Mentawai     : 250.000

4.     Biaya penginapan di Mentawai               : 150.000 s/d 250.000 (per malam)

5.     Biaya trip selama di Mentawai                : -

6.     Biaya makan                                         : 100.000 (per hari/tergantung selera masing-masing)


Jadi sobat traveler bisa hitung sendiri saja berapa budget yang diperlukan untuk perjalanan ke Mentawai, tinggal disesuaikan saja mau berapa lama berada di Mentawainya. Sebenarnya kalau ada agen perjalanan atau wisata ke Mentawai akan memudahkan orang-orang untuk berkunjung ke sana, dan tentunya budgetnya akan lebih murah. Tetapi kalau penulis lihat sepertinya untuk turis mancanegara mereka rata-rata menggunakan agen perjalanan yang dikelola oleh para pemilik resort yang kebanyakkan pemiliknya adalah orang asing. Tetapi sangat disayangkan untuk agen perjalanan bagi wisatawan domestik tidak tersedia (sory kalau salah yah). Oke sobat traveler, kiranya info trip to Mentawai ini bisa memberikan sedikit gambaran bagi kita semua yah, trims… see you next time

 

Sumba Surga di Timur Indonesia Part 2

 Sumba Surga di Timur Indonesia Part 2

Sumba merupakan surga tersembunyi diujung timur indonesia
Pemandangam padang savana di Sumba


Pada kali ini, penulis akan melanjutkan perjalanan ke Sumba bagian 2. Pada bagian pertama kemarin, penulis sudah menyampaikan dua permasalahan kalau kita menggunakan perjalanan darat. Pada saat penulis mengunjungi Sumba, penulis menggunakan transportasi udara. Oh iya sobat traveler, Pulau Sumba itu terdiri dari beberapa kabupaten (Sumba Barat, Sumba Barat Daya, Sumba Tengah dan Sumba Timur), kalau ada yg keliru mohon dimaafkan✌. Kabupaten2 yang ada di Sumba, termasuk ke dalam wilayah Nusa Tenggara Timur. 

Baca juga: Indahnya Kebersamaan Temanggung

Ada dua bandara di pulau Sumba, yaitu Tambolaka (Barat) dan Waingapu (Timur). Saat ketika penulis ke Sumba lewat bandara Tambolaka yang ada di Sumba Barat dan ketika pulangnya lewat Waingapu yang ada di Sumba Timur, jadi lengkap yah😃. Memang kedua bandara tersebut tidak terlalu besar dan penerbangan kedatangan dan keberangkatanpun setiap harinya tidak terlalu banyak, tetapi menurut penulis cukup worthy lah.  Kalau tidak salah waktu itu tiket dari Bandung - Sumba, sekitar 2,2jt tapi itu menggunakan pesawat Garuda, kalau pesawat lainnya penulis kurang tahu, karena ngga mengecek. Tentunya saat ini mungkin sudah berubah yah. 

Baca juga: My journey to Banyuwangi

Saat penulis sampai di Sumba, penulis merasa takjub dgn budaya masyarakatnya, terlebih lagi dengan kubur batu yang masih dipertahankan sampai saat ini. Bagi penulis kubur batu yang dapat dengan mudah dijumpai di Sumba bisa dikembangkan menjadi salah potensi wisata. Karena tidak semua ada di wilayah Indonesia. Pasti orang yg pertama kali datang ke Sumba jika melihat kubur batu, tidak akan mengira itu kuburan, termasuk penulis sendiri, ketika pertama kali melihatnya, malah menyangka itu sebagai bangunan megah peninggalan zaman megalitik. Walaupun memang kenyataannya ada juga kubur batu peninggalan zaman megalitik yang masih terpelihara dengan baik.



Selain kubur batu, masih banyak potensi wisata yang bisa dikembangkan. Seperti wisata pantai, padang savana, dll. Menurut penulis pulau Sumba itu unik, dan beragam antara Sumba Barat sampai Sumba Timur. Setiap wilayah mempunyai keunikkan masing2. Keadaan geografisnya juga berbeda antara Sumba Barat dan Timur. 

Salah satu peternakkan kuda yang dimiliki oleh masyarakat Sumba

Baca juga: Sumba Surga Tersembunyi di Timur Indonesia Part 1

Menurut penulis Sumba Barat dan Barat Daya dari segi keadaan tanah jauh lebih subur daripada Sumba Timur karena disebabkan oleh intensitas hujannya cukup tingggi. Penulis berpendapat seperti itu karena kebetulan penulis memulai perjalanan dari Sumba Barat, terus ke Sumba Barat Daya, Sumba Tengah dan terakhir Sumba Timur. Dan daerah yang paling kering menurut penulis adalah Sumba Tengah, meskipun begitu Sumba Tengah mempunya potensi wisata yg tidak dimiliki oleh daerah lainnya, yaitu padang savana yang luas, malahan penulis merasa sedang ada di luar negeri ketika melewatinya. Selain itu Sumba Tengah pun memiliki lembah yang dilalui oleh aliran sungai yang airnya mengalir sepanjang tahun. Sedangkan Sumba Timur memiliki potensi wisata pantai yang sangat indah dan bersih airnya, dan menurut penulis juga Sumba Timur penduduknya lebih padat dan daerahnya sudah lebih maju (maaf kalau salah yah😀)

Baca juga: Mentawai Bumi Sikerei

Untuk menjelajah pulau Sumba, memang tidak bisa dalam waktu singkat. Walaupun penulis melakukan perjalanan dari Sumba Barat sampai ke Sumba Timur, tetapi tidak semua daerah penulis telusuri. Jadi yang penulis sampaikan adalah keadaan di wilayah2 yg penulis lalui. Secara umum menurut penulis pulau Sumba itu bisa dikatakan 'Surga tersembunyi di Timur Indonesia'. Hanya saja pengelolaan potensi wisatanya belum maksimal. Penulis yakin jika dikelola dengan maksimal, Pulau Sumba bisa menjadi destinasi wisata yang banyak dikunjungi orang, baik itu dari dalam negeri maupun manca negara. Seharusnya setiap pemangku kebijakan saling berkoordinasi untuk mengembangkan dan memajukkan potensi wisata di pulau Sumba. Banyak cara yang bisa ditempuh, misalkan berkolaborasi dengan swasta, dan pemerintah pusat. 



Cukup sekian dulu perjalanan ke pulau Sumba, mungkin lain kesempatan penulis akan lanjutkan dengan part 3 nya heeehee.

Sumba Surga di Timur Indonesia Part 1

Sumba Surga di Timur Indonesia Part 1


Halo sobat travelers semuanya, sudah lama sekali penulis tidak menuangkan artikel perjalanan dikarenakan saat ini masa pandemik yah, udah mau hampir satu tahun. Kali ini penulis akan membahas mengenai perjalanan ke Sumba, dan penulis akan bagi menjadi beberapa bagian, karena ini tidak mungkin bisa selesai hanya dalam satu tulisan.

Sumba merupakan surga tersembunyi diujung indonesia
Pemandangan disalah satu bukit Sumba


Sumba Surga Tersembunyi di Indonesia Part 1

Oke, kita mulai saja yah petualangan ke Sumba Surga Tersembunyi di Indonesia. Kebetulan penulis tinggal di Jawa Barat, maka untuk sampai ke Sumba ada banyak akses atau cara yang bisa digunakan (lewat perjalanan Udara, Laut dan Darat). Cuma dari ketiga hal tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri. Penulis bersyukur pertama kali menginjakkan Tanah Sumba, penulis menikmati perjalanan udara heeeheee. Penulis tinggal di Cianjur dan tidak ada bandara karena merupakan kota kecil heeeehee, maka penulis harus pergi ke Bandung atau Jakarta, keduanya lumayan jauh jaraknya. Akhirnya penulis  memutuskan perjalanan ke Sumba Via Bandara di Bandung, yah kalau dibandingkan dengan Jakarta masih lumayan lebih dekatlah😉



Memang membutuhkan ekstra kesabaran untuk sampai di Sumba, karena ternyata tidak ada pesawat yang langsung ke Sumba, tetapi harus transit dulu di Bali, baru setelah itu meneruskan penerbangan ke Sumba. Bandung - Bali menghabiskan waktu kurang lebih 1,5 Jam, cuma transit di Balinya itu lumayan lama (kurang lebih 4-5 jam), dan Bali-Sumba kurang lebih 2 Jam (tapi lupa lagi soalnya udah lumayan lama😊) maaf yah kalau agak kurang tepat. walaupun begitu tetap perjalanan udara masih lebih menguntungkan ketimbang perjalanan darat dan laut, karena dari segi waktu jauh lebih cepat. Kalau penulis hitung-hitung perjalanan darat dan udara, jatuhnya sih hampir sama, kenapa penulis bilang seperti itu, coba bayangkan kalau perjalanan darat berarti penulis harus ke Bandung, terus ke Bali, setelah itu baru bisa melanjutkan ke Sumba. Meskipun ongkosnya lebih murah, namun permasalahannya; Pertama waktu tempuh dari Bandung-Bali kurang lebih 28-36 jam. Kedua, setelah sampai Bali harus menginap satu malam karena menunggu jadwal bus yang ke Sumba. Dari kedua hal itu saja bisa dilihat cost yang harus dikeluarkan untuk makan dan penginapan pasti lebih besar, selain itu juga agak repot cari penginapan di Bali selama menunggu keberangkatan bus, dan tentunya banyak waktu terbuang,,,tetapi tenang sobat travelers semuanya itu tergantikan ko dengan keindahan alamnya yang sungguh luar biasa... to be continued 




Indahnya Kebersamaan Temanggung

Indahnya Kebersamaan Temanggung



Pada kesempatan ini, penulis kembali akan membagikan petualangan di Temanggung. Mungkin banyak dari kita yang tidak tahu daerah ini atau asing karena namanya yang jarang dibicarakan. Begitu pula dengan penulis, ketika diajak oleh teman2 untuk trip ke Temanggung. Perjalanan kali ini dilakukan awal januari 2019, penulis ikut dgn rombongan PKM (Pengabdian Kepada Masyarakat) yg berjumlah kurang lebih 10 orang.


Baca juga: Mentawai Bumi Sikerei















Perjalanan dimulai dari kota Bandung, rombongan naik bus malam, harga tiketnya 150rb. Berangkat  Bandung jam 6 sore dan sampai ke Temanggung jam 6 pagi, jadi kira2 12 jam perjalananlah, memang menguras waktu dan tenaga sih. Tapi apa boleh buat krn hanya itu satu2nya moda transportasi untuk sampai kesana. Adapun tempat tujuan yang akan kami datangi itu ada di atas gunung, yah namanya juga PKM, kalau ke mall berarti bukan PKM namanya heeeeheee.

Berhubung tempat tujuan kami itu ada di perbatasan antara Temanggung-Magelang, maka  yg kami lalui agak sedikit rumit. Jadi kami harus turun di teminal Secang yg masuk ke wilayah Magelang, lalu meneruskan perjalanan dgn bis kecil ke Temanggung tapi bukan ke kota Temanggungnya. Daripada turun naik kendaraan dan kami repot dgn barang bawaan kami, akhirnya rombongan sepakat untuk sewa mobil. Kami sewa mobil dr terminal Secang ke tempat tujuan kami, kami nego dan dapat harga 200rb, yah lumayan murah lah karna rombongan jumlahnya 10 orang.


Sesampainya ditempat tujuan, kami langsung disambut dgn ramah oleh warga setempat. Karena perjalanan yg sangat melelahkan, akhirnya kami beristirahat sejenak sebelum memulai kegiatan kami















Namun hari pertama kami ada disana, ada orang meninggal, krn yg meninggal adalah anggota jemaat GKJ tempat kegiatan kami, maka kami pun memutuskan untuk melayat, sebagai bentuk turut berduka kami. Ketika kami sampai ditempat duka, kami dibuat terkagum dgn toleransi yg sangat luar biasa baik. Sebab orang2 yg mempersiapkan tenda, menggali kubur, dan mempersiapkan jamuan adalah pihak dari agama Islam. 
















Dan anak dari yg meninggal ini sebagian  beragama agama Islam, kepercayaan, dan Kristen. Tetapi mereka hidup rukun dgn damai tanpa ada saling curiga, bahkan yg meninggal ini acara kedukaannya diadakan di rumah anaknya yg beragama Islam. Kekaguman penulis tidak hanya sampai disitu, ternyata semua orang dari desa tersebut melayat, bukan hanya dari pihak Kristen saja, tapi pihak Islam dan Budha juga, semua masyarakat desa silih berganti berdatangan. Tadinya kami tidak berencana untuk ikut ke tempat pemakamannya, tetapi krn penasaran  dgn apa yg sudah kami lihat, maka kami memutuskan untuk ikut ke tempat pemakaman. Sesampainya ditempat pemakaman kembali kami dibuat terkagum, bagaimana tidak krn ternyata lokasi pemakamannya jadi satu dgn pihak Islam dan Budha serta kepercayaan. Tidak ada pemisah blok/kavling, semuanya campur jadi satu. Padahal baru2 ini publik di Indonesia di buat heboh dgn beberapa peristiwa diberbagai tempat yg tidak mengizinkan jenazah agama dimakamkan jadi satu dgn agama lainnya, bahkan yg lebih miris lagi di Yogyakarata makam orang Kristen harus dipotong nisan bagian atasnya supaya tidak kelihatan salibnya yg mencirikan lambang dari agama Kristen. 

Usai penguburan, akhirnya kami pulang untuk istirahat karena kami sangat lelah, namun rasa lelah kami terbayar dengan kekaguman pada penduduk desa tersebut. Investigasi harus investigasi, ternyata penduduk desa selalu menerapkan sistem toleransi yang luar biasa indah ini. Kapanpun ada duka, mereka akan saling membantu, jika yang mengalami duka itu dari kaum muslimin, maka yang menyediakan tenda, menggali benteng, menyiapkan jamuan makan, berasal dari kristen, dan sebaliknya. Semua warga desa menjunjung tinggi dan menjaga kearifan lokal yang sudah ada sejak zaman nenek moyang ... sungguh unik kearifan lokal guys.

Baca juga: Sumba Surga Tersembunyi di Timur Indonesia Part 2





















Tujuan utama rombongan adalah PKM dalam bidang pertanian dan kepemimpinan serta pelayanan anak. Jadi penulis kebagian dalam hal pertanian, yaitu mengajarkan cara membuat pupuk cair, prebiotik dan pengendalian hama tanaman sayuran. Biasa namanya  hukumnya wajib untuk melakukan PKM minimal 2x dlm setahu heeeeheee. Dalam perjalanan ke tempat tujuan penulis berpikir tidak akan ada sesuatu yang istimewa, pasti seperti halnya kegiatan PKM lainnya, krn penulis melihat selama diperjalanan tempatnya adalah desa seperti pada umumnya. Setelah rombongan sampai ditempat tujuan, pemikiran penulis berubah, krn ternyata tempat yg kami tuju adalah sebuah gereja kristen  (GKJ) itu berdiri megah diatas puncak gunung dan lingkungannya sangat bersih atau dalam bahasa jawanya resik dan apik.


selain itu, rombongan tinggal di sana kurang lebih 3 hari. nah selama 3 hari itu juga, kami memanfaatkan waktu luang yg ada untuk mengexplore keindahan alam Desa Klowok, itu nama desa tempat kami PKM.  Ternyata alam disana masih alami banget guys dan udaranya sangat sejuk dan masih segar krn masih belum terlalu tercemar oleh polusi. Satu lagi kearifan lokal yg penulis kagum dari masyarakat disana adalah mereka benar2 menjaga kebersihan lingkungan. Selama 3 hari kami disana, jarang banget kami temui yg namanya sampah berceceran. Hampir semua tempat yg kami kunjungi tidak ada sampah berserakan, bahan ditempat umum pun sangat jarang dijumpai yg namanya sampah plastik. Setelah kami selesai melakukan PKM selama 3 hari di Temanggung, kesan yg kami dapatkan sangat membekas dihati. Alasannya mereka bisa merawat alam seperti diri mereka sendiri, dan mereka bisa merajut keberagaman dalam perbedaan dgn damai tanpa harus saling merugikan satu dgn yg lainnya.



oke guys, untuk saat ini cukup dulu yah cerita trip to Temanggungnya... see you next my journey




My journey to Banyuwangi





My journey to Banyuwangi



Pada dasarnya penulis adalah orang yang senang dengan yang namanya trip ke tempat-tempat yang indah di negeri ini. Beberapa wilayah di Indonesia sudah pernah penulis datangi, seperti Padang Savana di Sumba, Gunung Papandayan di Garut, Bali, dan beberapa wilayah lainnya yang menarik perhatian penulis, semua itu penulis lakukan tak lain adalah hanya untuk menikmati karya ciptaan Tuhan yang begitu indah bagi negeri ini.


Oke guys pengantarnya cukup sekian dulu aja yah. Sekarang kita langsung masuk ke perjalanan penulis kali ini yaitu trip to Banyuwangi. Awalnya sih ketika ditawarin untuk ikut trip ke Banyuwangi, penulis merasa malas, alasannya karena waktunya kurang pas. Soalnya saat itu di tempat kerja sedang banyak kerjaan banget dan penulis juga sedang menyelesaikan tulisan buat sidang Tesis. Tapi apa boleh buat karena trip ke Banyuwangi ini sudah direncanakan dari jauh hari oleh my lovely, terpaksa aja jalan.
Tips buat kalian yang mau trip ke Banyuwangi adalah, lebih baik kalian ikut dalam tour travel karena kalian bisa mendapatkan fasilitas yang lumayan, plus budgetnya jadi tidak terlalu mahal, apalagi kalau dapat paket promo heeeheee memang sih kelemahannya yaitu waktunya singkat. Tapi buat kalian yang pertama kali ngetrip lebih baik ikut tour travel biar lebih saefty aja sih heeeeheee.
Karena penulis tinggalnya di Cianjur, Jawa Barat, sedangkan Banyuwangi itu ada di Jawa Timur dan tour travelnya ada di Surabaya, maka penulis harus ke Surabaya dulu karena titik kumpul orang-orang yang ikut trip ke Banyuwangi semuanya disana, baru setelah pada kumpul, kami meluncur ke Banyuwangi dengan rombongan.

Ada beberapa destinasy yang ditawarkan oleh tour travel, dan kebetulan saat itu penulis ikut paket perjalanan Taman Nasional Baluran, Pantai Gandrung dan yang terutama adalah pendakian ke Kawah Ijen. Waktu perjalanan darat dari Surabaya – Banyuwangi kurang lebih 8 jam, saat ini rombongan tiba di Banyuwangi kira2 jam 5 pagi, sedangkan dari Surabaya kami pergi jam 10 malam. Lalu kami bersih-bersih diri dulu sebentar di tempat makan dan beristirahat sejenak kurang lebih 2 jam. Tempat pertama yang kami kunjungi saat itu adalah Taman Nasional Baluran, yang terbagi ke dalam dua wilayah Kabupaten yaitu Kabupaten Situbondo dan Banyuwangi.

Taman Nasional Baluran menurut penulis sangat indah, terbentang begitu sangat luas. Yang menjadi daya tarik adalah di Taman Baluran ini, kita bisa melihat Satwa langka yaitu Banteng Jawa yang berkeliaran bebas di alam terbuka, selain itu juga kita bisa menyaksikan hamparan hutan luas yang ditumbuhi pepohonan kering seperti mau mati, tapi disitulah letak eksotiknya Taman Nasional Baluran tersebut, namun anehnya ditengah2 hutan ada daerah yang tumbuhannya hijau semua, setelah itu kembali ditumbuhi pohon2 kering. Kemudian kita juga disajikan dengan pemandangan kera atau monyet2 yang berkeliaran bebas dan dalam jumlah yang sangat banyak. Tips jika ingin ke Taman Nasional Baluran, kalian jangan sekali2 mengeluarkan makanan dan minuman di alam terbuka karena bisa2 kalian dikerumuni oleh monyet2 yang bisa menjadi buas karena berusaha mengambil makanan dan minuman dari tangan kalian. Kalaupun kalian mau makan atau minum harus di dalam mobil dengan kaca yang tertutup rapat, karena waktu kemarin penulis ke sana ada satu rombongan yang kaca mobilnya terbuka, dan mereka makan cemilan, akhirnya si monyet hampir masuk ke dalam mobil dan merebut paksa cemilannya tersebut.

Setelah kurang lebih setengah hari rombongan puas dengan mengambil gambar di Taman Nasional Baluran, akhirnya kami pindah tempat ke Pantai Gandrung, tadinya sih kita mau ke Pantai Warna, tapi berhubung jalannya saat itu sedang dalam perbaikan jadi ditutup untuk sementara waktu. Menurut penulis Pantai Gandrung sangat bagus dengan hamparan ombak yang lumayan besar saat itu, kita juga bisa melihat pulau Bali dari sini dan di Pantai Gandrung pun kita bisa mengabadikan moment denga mengambil foto dengan background ikon patung penari gandrung yang terkenal. Namun satu hal yang sangat disayangkan adalah banyak parar pengunjung, pedang dan lainnya yang tidak memperhatikan kebersihan pantai, sehingga pantai menjadi kotor penuh dengan sampah plastik. Dalam hal ini, mungkin pemerintah daerah harusnya lebih aktif lagi dalam memikirkan mengenai hal ini, karena jika hal ini terus dibiarkan lambat laun wisatawan tidak akan tertarik lagi untuk berkunjung ke pantai tersebut, padahal pantainya bagus.
Setalah puas berfoto di Pantai Gandrung, rombongan pun melanjutkan perjalanan ke kota Banyuwangi dengan tujuan mencari kuliner khas Banyuwangi. Saat itu rombongan dibawa ke tempat makan tradisional khas Banyuwangi, tempatnya sih lumayan kecil tapi yang beli ngantrinya lumayan lama, ternyata makanannya enak dan harganya sangggaaaat murah. Setelah kenyang, kami akhirnya dibawa ke tempat penginapan, untuk beristirahat sejenak sebelum kembali melanjutkan perjalanan ke Kawah Ijen. Oleh pihak tour travel kami diberitahu bahwa perjalanan pendakian ke Kawah Ijen akan dilakukan pukul 2 pagi, jadi rombongan harus siap sekitar jam 12 malam, karena perjalanan dari tempat penginapan ke Kawah Ijen cukup jauh, kurang lebih 1,5 jam.
Tepat pada jam setengah dua pagi kami sudah sampai di tempat parkiran pendakian Kawah Ijen, sebleum rombongan melakukan pendakian, rombongan dibreafing dulu oleh guide yang memandu kami. Satu orang guide memandu kurang lebih 5-7 orang. tips yang harus dilakukan ketika mau melakukan pendakian ke Kawah Ijen adalah siapkan stamina kalian dengan baik caranya harus cukup tidur dan usahakan minum vitamin atau suplement tambahan sebelum mendaki, karena pendakian ke puncak Ijen cukup ekstrim jalannya dan memerlukan waktu kurang lebih 2 jam perjalanan, jadi totalnya PP adalah 4 jam perjalanan.


Tapi tenang aja buat kalian yang tidak kuat berjalan kaki, tatpi tetap bersikeras untuk mendaki, kalian bisa memanfaatkan jasa ojek grobak. Kenapa dibilang begitu, karena kendaran lain memang tidak bisa naik sampai puncak, dan hanya gerobak yang diangkut dan didorong oleh tenaga manusialah yang bisa sampai kesana. Namun, kalau kalian mau memakai jasa ojek ini, kalian harus siap2 merogoh kocek yang cukup mahal, karena kalian harus membayar 800rb rupiah untuk perjalanan PP. tetapi menurut penulis sih hal itu seimbang dengan beratnya pekerjaan yang mereka lakukan, karena kalian bisa bayangkan mereka harus mengangkut penumpang dengan medan kemiringan yang ekstrim selama 4 jam. Biasanya satu ojek terdiri dari 3 orang, 1 penarik dan 2 pendorong, dan biasanya nanti mereka ganti-gantian.

Semua pengorbanan kalian akan tergantikan ketika sudah sampai puncak Ijen. Namun untuk bisa melihat blue fayer yang sangat terkenal itu, pastikan kalian harus sudah sampai di puncak Kawah Ijen sebelum jam setengah lima, alasannya kalau sudah lewat jam tersebut akan muncul mata hari pagi, sehingga blue fayernya tidak akan terlihat lagi.
Saat itu penulis tidak sempat melihat blue fayer, karena ketika sampai di puncak sudah jam setengah lima, sedangkan untuk melihat blue fayer kita harus turun lagi ke kawah dekat danau belerang. Tetapi walaupun begitu penulis sangat menikmati dan puas dengan pemandangan yang ada di Puncak Kawah Ijen yang begitu indah. Hampir sama dengan pemandangan yang ada di Gunung Papandayan, Cuma bedanya di Papandayan ada hamparan taman Edelweis dan Black Forest (Hutan Mati), sedangkan di Kawah Ijen tidak ada.

Setelah puas menikmati pemandangan di puncak Ijen, akhirnya rombongan turun kembali dan kami harus kembali ke Surabaya, kemudian kembali ke tempat masing-masing heeeeeheee.
Oke, untuk kali ini cukup ulasannya mengenai Banyuwangi yang guys. Sebenarnya selain ke tiga tempat yang penulis ceritakan di atas, masih banyak tempat-tempat lain yang indah dan menarik yang ada di Banyuwangi, berhubung waktunya juga terbatas, yah next time lah kembali lagi ke Banyuwangi dan berkunjung ke tempat lainnya… salam traveler





Wisata Keluarga Pantai Pangandaran 2021

Wisata Keluarga Pantai Pangandaran 2021 Kebersamaan yang takkan terulang   Halo semuanya, kali ini penulis akan membahas mengenai perjalanan...