Wisata Keluarga Pantai Pangandaran 2021


Wisata Keluarga Pantai Pangandaran 2021


Wisata keluarga pantai pangandaran 2021
Kebersamaan yang takkan terulang

 

Halo semuanya, kali ini penulis akan membahas mengenai perjalanan ke Pangandaran. Pastinya setiap kita sudah tidak asing lagi dengan Pangandaran yah. Sekilas info, Panggandaran merupakan salah satu daerah di Jawa Barat dan berbatasan dengan Jawa Tengah.

Penulis sudah lama sekali berkunjung ke Pangandaran, jauh sebelum pandemik covid 19, kalau tidak salah 2 atau 3 kali penulis mengunjungi Pangandaran.

Pangandaran merupakan salah satu destinasi wisata yang banyak diminati di Jawa Barat, terutama karena keindahan alam dan Pantai yang dimilikinya. Bahkan setiap pergantian tahun Panggandaran selalu ramai dikunjungi wisatawan, baik lokal maupun manca negara. Memang tidak salah kalau banyak orang menjadikan Panggandaran sebagai tempat favorit untuk berlibur yah. Menurut penulis sendiri Pangandaran memang pantas mendapatkan predikat tujuan wisata favorit keluarga, karena Pangandaran memiliki pantai pasir putih yang bersih dan trumbu karang yang bagus dan indah, yang menjadi daya tarik para penyelam.

Baca juga:



Seperti diawal penulis katakan, Pangandaran tidak hanya memiliki pantai pasir putih yang bersih saja tetapi keindahan alam yang luar biasa keren dan tempat bersejarah lainnya yang masih dipelihara dengan baik sampai saat ini. Pantai Pangandaran juga cocok bagi pengunjung yang ingin melihat matahari terbenam (sunset) yang bisa dinikmati bersama keluarga ataupun pasangannya.

Untuk akses jalan menuju Pangandaran pun menurut penulis cukup bagus. Selain itu, bagi wisatawan yang ingin menginap pun tersedia banyak tempat penginapan yang murah meriah, bahkan banyak juga rumah-rumah warga yang menyewakan kamar mereka untuk para pengunjung yang datang dengan tarif yang relatif terjangkau.

Indahnya kebersamaan


Menurut penulis, jika ingin berkunjung atau berlibur ke Pangandaran lebih baik jangan di akhir pekan atau hari libur nasional. Kenapa penulis katakan demikian, alasannya karena pastinya banyak orang yang berkunjung, sehingga pantai menjadi sangat rampai, jadinya kita kurang menikmatinya. Selain itu juga, bagi kita yang ingin menginap di penginapan sekitar pantai tentunya harga sewanya jadi lebih mahal. Berbeda dengan hari biasa, harga sewa penginapan bisa jauh lebih murah bahkan mungkin kalau kita beruntung bisa dapat setengah harga jika dibandingkan dengan weekend atau hari libur. Terakhir adalah pasti macet, saking banyaknya orang yang mau berlibur dan membawa kendaraan akan menyebabkan antrian kendaraan dan kemacetan. Sehingga waktu untuk berliburnya terpotong oleh hal itu.

Nah seperti itulah pengalaman yang penulis bisa bagikan untuk kita semua. Salam sehat.

Keindahan Alam Indonesia Yang Tersembunyi

 

Indahnya Pantai Bangkep

 

Keindahan alam indonesia yang tersembunyi
Pantai Banggai Kepulauan

Hallo sobat traveler semuanya. Kali ini penulis ingin membagikan perjalanan ke Banggai Kepulauan (Bangkep). Tidak salah kalau penulis mengatakan Banggai Kepulauan, Keindahan Alam Indonesia yang tersembunyi. Karena memang sangat luar biasa indahnya pantai yang ada di sana dan masih sangat bersih. Mungkin banyak dari sobat traveler yang belum mengetahui daerah ini. Banggai Kepulauan, sesuai dengan namanya memang terdiri dari beberapa pulau-pulau dan terletak ditengah-tengah lautan lepas. Wilayah ini termasuk ke dalam wilayah pemerintahan Provinsi Sulawesi Tengah. Jika penulis tidak salah, Banggai Kepulauan merupakan Kabupaten baru, hasil pemekaran dari Kabupaten Luwuk.


Baca juga: My Journey to Banyuwangi


Potensi wisata yang dimiliki oleh Banggai Kepulauan tentunya pantai, tetapi selain itu banyak juga potensi lainnya, Cuma yang mau penulis bagikan adalah potensi wisata pantainya. Perjalanan kali ini penulis tidak seorang diri tetapi bertiga dengan teman penulis, memang sih tujuan utamanya bukan untuk berlibur, melainkan melaksanakan pekerjaaan. Dan ditengah-tengah waktu santai, penulis menyempatkan untuk mengexplore keindahan pantai yang dimiliki oleh Banggai kepulauan, karena sayang kalua dilewatkan heeehee.


 Baca juga: Mentawai Bumi Sikere


Untuk dapat sampai ke Banggai Kepulauan, sobat traveler harus melalui Kabupaten Luwuk, setelah itu baru menyebrang menggunakan Kapal Feri, atau Kapal Cepat, dan lain sebagainya. Oh iya untuk sampai ke tempat ini, hanya bisa ditempuh dengan menggunakan transportasi laut, sepertinya belum ada tranportasi udara (maaf kalau salah) dan transportasi darat. Sedangkan transportasi udara hanya tersedia di Luwuk, itu yang penulis tahu. Sebenarnya penulis merupakan orang yang kurang menyukai transportasi laut, walaupun penulis menyukai pantai heehee. Tapi apa mau dikata karena ini satu-satunya cara untuk bisa sampai ke sana, yah penulis memberanikan diri. Dan selama penyebrangan dari Luwuk ke Banggai Kepulauan penulis tidur, karena mengkonsumsi obat anti mabuk, oleh karena penulis mabuk laut. Perjalanan dari Luwuk ke Banggai Kepulauan memakan waktu kurang lebih 4-6 jam.

 

Baca juga: Sumba Surga Tersembunyi di Timur Indonesia Part 1


Bagi sobat traveler  yang pencinta pantai, merupakan keharusan untuk berkunjung ke Banggai Kepulauan. Bahkan penulis bisa katakan sobat traveler tidak lengkap jika belum berkunjung ke sana heeehee. Jika penulis bandingkan dengan pantai-pantai di Bali, pantai di Banggai Kepulauan tidak kalah, bahkan mungkin masih jauh lebih baik, karena belum terlalu banyak dijamah oleh wisatawan, sehingga airnya masih sangat bersih.



Penulis yakin, jika pemerintah daerah konsen mengelola potensi wisata pantainya, maka Banggai Kepulauan akan menjadi destinasi yang diminati oleh banyak orang (baik wisatawan lokal maupun luar negeri).

Oh iya bagi para sobat traveler yang ingin berkunjung ke Banggai kepulauan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Pertama, keberangkatan kapal penyebrangan dari Luwuk ke Banggai Kepulauan yang terbatas setiap harinya. Kedua, jika berkunjung ke sana, lebih baik jangan pada musim hujan, karena akan menyebabkan banyak kendala. Seperti terhambatnya penyebrangan karena memperhatikan kondisi cuaca. Ketiga, sulitnya mendapatkan tempat untuk menginap (home stay) hampir sangat jarang, mungkin dipusat kotanya ada. Keempat, kendaraan umum selama berada di Banggai Kepulauan juga sangat terbatas, jadi lebih baik menyewa atau membuat perjanjian dengan pemilik kendaraan untuk antar jemput ketika mengunjungi pantai-pantai di sana. Terakhir tentunya harus mempersiapkan budget yang cukup yah.


Baca juga: Sumba Surga Tersembunyi di Timur Indonesia Part 2


Selain potensi wisata pantai, sebenarnya Banggai Kepulauan juga memiliki potensi lainnya yaitu sumber daya alam yang melimpah, berupa hasil perkebuanan (seperti cengkeh, kelapa, talas, dll).


Estimasi pengeluaran:

  1. Tiket dari Bandung – Luwuk                    : 2.000.000 s/d 3.000.000 (tergantung pesawat yang digunakankan)
  2. Biaya penginapan di Luwuk                     : 200.000 s/d 250.000 (per malam)
  3. Tiket Kapal cepat Luwuk – Bangkep        : 50.000 s/d 250.000
  4. Biaya penginapan di Bangkep                 : -
  5. Biaya trip selama di Bangkep                  : -
  6. Biaya makan                                 : 100.000 (per hari/tergantung selera masing-masing)

 

Baca juga: Indahnya Kebersamaan Temanggung


Jadi sobat traveler bisa hitung sendiri saja berapa budget yang diperlukan untuk perjalanan ke Bangkep, tinggal disesuaikan saja mau berapa lama berada di Bangkep. Sebenarnya kalau ada agen perjalanan atau wisata ke Bangkep akan memudahkan orang-orang untuk berkunjung ke sana, dan tentunya budgetnya akan lebih murah. Oke sobat traveler, kiranya info trip to Bangkep ini bisa memberikan sedikit gambaran bagi kita semua yah, dan selamat menikmati Banggai Kepulauan, Keindahan Alam Indonesia Yang tersembunyi… see you next time

 

 

Mentawai Bumi Sikerei

 

Mentawai Bumi sikerei
Pemandangan pantai di Mentawai


Hallo sobat traveler semoga kita semua dalam keadaan sehat yah, dan pada masa pandemik ini, aktivitas perjalanan kita memang harus dikurangi guna mencegah penyebaran covid-19. Kali ini penulis ingin membagikan perjalanan ke Mentawai atau yang dikenal dengan nama Bumi Sikerei. Pasti banyak dari kita yang belum tahu Mentawai itu dimana. Mentawai merupakan daerah yang termasuk kedalam wilayah pemerintahan Provinsi Sumatera Barat. Di Sumbar sendiri banyak destinasi wisata yang keren. Tetapi kali ini penulis akan membahas mengenai Mentawai. Mentawai merupakan pulau tersendiri terpisah dari daratan Sumbar. Mentawai terletak ditengah-tengah lautan luas. Sebenarnya info tentang Mentawai pernah diberitakan beberapa tahun lalu oleh banyak media online ataupun televisi. Kalau penulis tidak salah 2x info mengenai Mentawai yang cukup menyita perhatian masyarakat Indonesaia. Pertama, ketika terjadi bencana tsunami, dan kedua ketika salah satu pulau kecil yang ada di Mentawai dimiliki oleh orang asing, sehingga tidak semua orang diizinkan untuk masuk ke pulau tersebut.

Baca juga: Sumba Surga Tersembunyi di Timur Indonesia Part 2

Potensi wisata yang dimiliki oleh Pulau Mentawa i tentunya pantai, karena seperti tadi penulis sampaikan, letak Mentawai yang berada ditengah-tengah lautan luas. Karena hal ini juga banyak turis mancanegara yang datang ke Mentawai hanya untuk menikmati pesona pantainya yang menurut penulis memang sangat indah dan bersih. Selain itu juga deburan ombak yang ada disejumlah pantai di Mentawai cukup tinggi, sehingga banyak orang, secara khusus para peselancar yang datang untuk mencoba berselancar di pantai-pantai yang ada di Mentawai.

Baca juga: Sumba Surga Tersembunyi di Timur Indonesia Part 1

Selain potensi wisata pantai, sebenarnya Mentawai juga memiliki potensi lainnya yaitu tradisi dan budaya, serta banyaknya bangunan-bangunan gereja tua warisan Belanda. Iya meskipun Mentawai termasuk ke dalam wilayah Sumbar yang notabene penduduknya beragama Islam, tetapi di Pulau Mentawai sebagian besar masyarakatnya beragama Kristen. Menurut penulis itulah keragaman yang dimiliki oleh bangsa Indonesia, yang tidak dimiliki oleh bangsa lainnya, dan hal itu harus terus dijaga.

Baca juga: Indahnya Kebersamaan Temanggung

Untuk dapat sampai ke Mentawai, sobat traveler harus melalui kota Padang terlebih dahulu, karena tidak ada penerbangan yang langsung ke Mentawai. Setelah dari kota Padang, baru sobat traveler bisa menyebrang ke Pulau Mentawai. Ada beberapa pilihan yang bisa digunakan oleh sobat traveler, yaitu bisa menggunakan kapal cepat ataupun kapal feri biasa, dan sekarang kalau tidak salah sudah ada tol laut yang juga bisa menjadi alternatif kita, tinggal disesuaikan saja dengan budget yang dimiliki heehee. Tetapi yang harus diingat ketika ingin berkunjung ke Mentawai, sobat traveler harus memperhatikan jadwal keberangkatan kapal cepat dan feri, baik itu dari Padang ke Mentawai ataupun sebaliknya, karena setiap harinya terbatas.

Baca juga: My journey to Banyuwangi

Estimasi pengeluaran:

1.     Tiket dari Jakarta – Padang                   : 1.000.000 s/d 2.000.000 (tergantung pesawat yang digunakankan)

2.     Biaya penginapan di Padang                  : 200.000 s/d 250.000 (per malam)

3.     Tiket Kapal cepat Padang – Mentawai     : 250.000

4.     Biaya penginapan di Mentawai               : 150.000 s/d 250.000 (per malam)

5.     Biaya trip selama di Mentawai                : -

6.     Biaya makan                                         : 100.000 (per hari/tergantung selera masing-masing)


Jadi sobat traveler bisa hitung sendiri saja berapa budget yang diperlukan untuk perjalanan ke Mentawai, tinggal disesuaikan saja mau berapa lama berada di Mentawainya. Sebenarnya kalau ada agen perjalanan atau wisata ke Mentawai akan memudahkan orang-orang untuk berkunjung ke sana, dan tentunya budgetnya akan lebih murah. Tetapi kalau penulis lihat sepertinya untuk turis mancanegara mereka rata-rata menggunakan agen perjalanan yang dikelola oleh para pemilik resort yang kebanyakkan pemiliknya adalah orang asing. Tetapi sangat disayangkan untuk agen perjalanan bagi wisatawan domestik tidak tersedia (sory kalau salah yah). Oke sobat traveler, kiranya info trip to Mentawai ini bisa memberikan sedikit gambaran bagi kita semua yah, trims… see you next time

 

Sumba Surga di Timur Indonesia Part 2

 Sumba Surga di Timur Indonesia Part 2

Sumba merupakan surga tersembunyi diujung timur indonesia
Pemandangam padang savana di Sumba


Pada kali ini, penulis akan melanjutkan perjalanan ke Sumba bagian 2. Pada bagian pertama kemarin, penulis sudah menyampaikan dua permasalahan kalau kita menggunakan perjalanan darat. Pada saat penulis mengunjungi Sumba, penulis menggunakan transportasi udara. Oh iya sobat traveler, Pulau Sumba itu terdiri dari beberapa kabupaten (Sumba Barat, Sumba Barat Daya, Sumba Tengah dan Sumba Timur), kalau ada yg keliru mohon dimaafkan✌. Kabupaten2 yang ada di Sumba, termasuk ke dalam wilayah Nusa Tenggara Timur. 

Baca juga: Indahnya Kebersamaan Temanggung

Ada dua bandara di pulau Sumba, yaitu Tambolaka (Barat) dan Waingapu (Timur). Saat ketika penulis ke Sumba lewat bandara Tambolaka yang ada di Sumba Barat dan ketika pulangnya lewat Waingapu yang ada di Sumba Timur, jadi lengkap yah😃. Memang kedua bandara tersebut tidak terlalu besar dan penerbangan kedatangan dan keberangkatanpun setiap harinya tidak terlalu banyak, tetapi menurut penulis cukup worthy lah.  Kalau tidak salah waktu itu tiket dari Bandung - Sumba, sekitar 2,2jt tapi itu menggunakan pesawat Garuda, kalau pesawat lainnya penulis kurang tahu, karena ngga mengecek. Tentunya saat ini mungkin sudah berubah yah. 

Baca juga: My journey to Banyuwangi

Saat penulis sampai di Sumba, penulis merasa takjub dgn budaya masyarakatnya, terlebih lagi dengan kubur batu yang masih dipertahankan sampai saat ini. Bagi penulis kubur batu yang dapat dengan mudah dijumpai di Sumba bisa dikembangkan menjadi salah potensi wisata. Karena tidak semua ada di wilayah Indonesia. Pasti orang yg pertama kali datang ke Sumba jika melihat kubur batu, tidak akan mengira itu kuburan, termasuk penulis sendiri, ketika pertama kali melihatnya, malah menyangka itu sebagai bangunan megah peninggalan zaman megalitik. Walaupun memang kenyataannya ada juga kubur batu peninggalan zaman megalitik yang masih terpelihara dengan baik.



Selain kubur batu, masih banyak potensi wisata yang bisa dikembangkan. Seperti wisata pantai, padang savana, dll. Menurut penulis pulau Sumba itu unik, dan beragam antara Sumba Barat sampai Sumba Timur. Setiap wilayah mempunyai keunikkan masing2. Keadaan geografisnya juga berbeda antara Sumba Barat dan Timur. 

Salah satu peternakkan kuda yang dimiliki oleh masyarakat Sumba

Baca juga: Sumba Surga Tersembunyi di Timur Indonesia Part 1

Menurut penulis Sumba Barat dan Barat Daya dari segi keadaan tanah jauh lebih subur daripada Sumba Timur karena disebabkan oleh intensitas hujannya cukup tingggi. Penulis berpendapat seperti itu karena kebetulan penulis memulai perjalanan dari Sumba Barat, terus ke Sumba Barat Daya, Sumba Tengah dan terakhir Sumba Timur. Dan daerah yang paling kering menurut penulis adalah Sumba Tengah, meskipun begitu Sumba Tengah mempunya potensi wisata yg tidak dimiliki oleh daerah lainnya, yaitu padang savana yang luas, malahan penulis merasa sedang ada di luar negeri ketika melewatinya. Selain itu Sumba Tengah pun memiliki lembah yang dilalui oleh aliran sungai yang airnya mengalir sepanjang tahun. Sedangkan Sumba Timur memiliki potensi wisata pantai yang sangat indah dan bersih airnya, dan menurut penulis juga Sumba Timur penduduknya lebih padat dan daerahnya sudah lebih maju (maaf kalau salah yah😀)

Baca juga: Mentawai Bumi Sikerei

Untuk menjelajah pulau Sumba, memang tidak bisa dalam waktu singkat. Walaupun penulis melakukan perjalanan dari Sumba Barat sampai ke Sumba Timur, tetapi tidak semua daerah penulis telusuri. Jadi yang penulis sampaikan adalah keadaan di wilayah2 yg penulis lalui. Secara umum menurut penulis pulau Sumba itu bisa dikatakan 'Surga tersembunyi di Timur Indonesia'. Hanya saja pengelolaan potensi wisatanya belum maksimal. Penulis yakin jika dikelola dengan maksimal, Pulau Sumba bisa menjadi destinasi wisata yang banyak dikunjungi orang, baik itu dari dalam negeri maupun manca negara. Seharusnya setiap pemangku kebijakan saling berkoordinasi untuk mengembangkan dan memajukkan potensi wisata di pulau Sumba. Banyak cara yang bisa ditempuh, misalkan berkolaborasi dengan swasta, dan pemerintah pusat. 



Cukup sekian dulu perjalanan ke pulau Sumba, mungkin lain kesempatan penulis akan lanjutkan dengan part 3 nya heeehee.

Sumba Surga di Timur Indonesia Part 1

Sumba Surga di Timur Indonesia Part 1


Halo sobat travelers semuanya, sudah lama sekali penulis tidak menuangkan artikel perjalanan dikarenakan saat ini masa pandemik yah, udah mau hampir satu tahun. Kali ini penulis akan membahas mengenai perjalanan ke Sumba, dan penulis akan bagi menjadi beberapa bagian, karena ini tidak mungkin bisa selesai hanya dalam satu tulisan.

Sumba merupakan surga tersembunyi diujung indonesia
Pemandangan disalah satu bukit Sumba


Sumba Surga Tersembunyi di Indonesia Part 1

Oke, kita mulai saja yah petualangan ke Sumba Surga Tersembunyi di Indonesia. Kebetulan penulis tinggal di Jawa Barat, maka untuk sampai ke Sumba ada banyak akses atau cara yang bisa digunakan (lewat perjalanan Udara, Laut dan Darat). Cuma dari ketiga hal tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri. Penulis bersyukur pertama kali menginjakkan Tanah Sumba, penulis menikmati perjalanan udara heeeheee. Penulis tinggal di Cianjur dan tidak ada bandara karena merupakan kota kecil heeeehee, maka penulis harus pergi ke Bandung atau Jakarta, keduanya lumayan jauh jaraknya. Akhirnya penulis  memutuskan perjalanan ke Sumba Via Bandara di Bandung, yah kalau dibandingkan dengan Jakarta masih lumayan lebih dekatlah😉



Memang membutuhkan ekstra kesabaran untuk sampai di Sumba, karena ternyata tidak ada pesawat yang langsung ke Sumba, tetapi harus transit dulu di Bali, baru setelah itu meneruskan penerbangan ke Sumba. Bandung - Bali menghabiskan waktu kurang lebih 1,5 Jam, cuma transit di Balinya itu lumayan lama (kurang lebih 4-5 jam), dan Bali-Sumba kurang lebih 2 Jam (tapi lupa lagi soalnya udah lumayan lama😊) maaf yah kalau agak kurang tepat. walaupun begitu tetap perjalanan udara masih lebih menguntungkan ketimbang perjalanan darat dan laut, karena dari segi waktu jauh lebih cepat. Kalau penulis hitung-hitung perjalanan darat dan udara, jatuhnya sih hampir sama, kenapa penulis bilang seperti itu, coba bayangkan kalau perjalanan darat berarti penulis harus ke Bandung, terus ke Bali, setelah itu baru bisa melanjutkan ke Sumba. Meskipun ongkosnya lebih murah, namun permasalahannya; Pertama waktu tempuh dari Bandung-Bali kurang lebih 28-36 jam. Kedua, setelah sampai Bali harus menginap satu malam karena menunggu jadwal bus yang ke Sumba. Dari kedua hal itu saja bisa dilihat cost yang harus dikeluarkan untuk makan dan penginapan pasti lebih besar, selain itu juga agak repot cari penginapan di Bali selama menunggu keberangkatan bus, dan tentunya banyak waktu terbuang,,,tetapi tenang sobat travelers semuanya itu tergantikan ko dengan keindahan alamnya yang sungguh luar biasa... to be continued 




Wisata Keluarga Pantai Pangandaran 2021

Wisata Keluarga Pantai Pangandaran 2021 Kebersamaan yang takkan terulang   Halo semuanya, kali ini penulis akan membahas mengenai perjalanan...