My journey to Banyuwangi





My journey to Banyuwangi



Pada dasarnya penulis adalah orang yang senang dengan yang namanya trip ke tempat-tempat yang indah di negeri ini. Beberapa wilayah di Indonesia sudah pernah penulis datangi, seperti Padang Savana di Sumba, Gunung Papandayan di Garut, Bali, dan beberapa wilayah lainnya yang menarik perhatian penulis, semua itu penulis lakukan tak lain adalah hanya untuk menikmati karya ciptaan Tuhan yang begitu indah bagi negeri ini.


Oke guys pengantarnya cukup sekian dulu aja yah. Sekarang kita langsung masuk ke perjalanan penulis kali ini yaitu trip to Banyuwangi. Awalnya sih ketika ditawarin untuk ikut trip ke Banyuwangi, penulis merasa malas, alasannya karena waktunya kurang pas. Soalnya saat itu di tempat kerja sedang banyak kerjaan banget dan penulis juga sedang menyelesaikan tulisan buat sidang Tesis. Tapi apa boleh buat karena trip ke Banyuwangi ini sudah direncanakan dari jauh hari oleh my lovely, terpaksa aja jalan.
Tips buat kalian yang mau trip ke Banyuwangi adalah, lebih baik kalian ikut dalam tour travel karena kalian bisa mendapatkan fasilitas yang lumayan, plus budgetnya jadi tidak terlalu mahal, apalagi kalau dapat paket promo heeeheee memang sih kelemahannya yaitu waktunya singkat. Tapi buat kalian yang pertama kali ngetrip lebih baik ikut tour travel biar lebih saefty aja sih heeeeheee.
Karena penulis tinggalnya di Cianjur, Jawa Barat, sedangkan Banyuwangi itu ada di Jawa Timur dan tour travelnya ada di Surabaya, maka penulis harus ke Surabaya dulu karena titik kumpul orang-orang yang ikut trip ke Banyuwangi semuanya disana, baru setelah pada kumpul, kami meluncur ke Banyuwangi dengan rombongan.

Ada beberapa destinasy yang ditawarkan oleh tour travel, dan kebetulan saat itu penulis ikut paket perjalanan Taman Nasional Baluran, Pantai Gandrung dan yang terutama adalah pendakian ke Kawah Ijen. Waktu perjalanan darat dari Surabaya – Banyuwangi kurang lebih 8 jam, saat ini rombongan tiba di Banyuwangi kira2 jam 5 pagi, sedangkan dari Surabaya kami pergi jam 10 malam. Lalu kami bersih-bersih diri dulu sebentar di tempat makan dan beristirahat sejenak kurang lebih 2 jam. Tempat pertama yang kami kunjungi saat itu adalah Taman Nasional Baluran, yang terbagi ke dalam dua wilayah Kabupaten yaitu Kabupaten Situbondo dan Banyuwangi.

Taman Nasional Baluran menurut penulis sangat indah, terbentang begitu sangat luas. Yang menjadi daya tarik adalah di Taman Baluran ini, kita bisa melihat Satwa langka yaitu Banteng Jawa yang berkeliaran bebas di alam terbuka, selain itu juga kita bisa menyaksikan hamparan hutan luas yang ditumbuhi pepohonan kering seperti mau mati, tapi disitulah letak eksotiknya Taman Nasional Baluran tersebut, namun anehnya ditengah2 hutan ada daerah yang tumbuhannya hijau semua, setelah itu kembali ditumbuhi pohon2 kering. Kemudian kita juga disajikan dengan pemandangan kera atau monyet2 yang berkeliaran bebas dan dalam jumlah yang sangat banyak. Tips jika ingin ke Taman Nasional Baluran, kalian jangan sekali2 mengeluarkan makanan dan minuman di alam terbuka karena bisa2 kalian dikerumuni oleh monyet2 yang bisa menjadi buas karena berusaha mengambil makanan dan minuman dari tangan kalian. Kalaupun kalian mau makan atau minum harus di dalam mobil dengan kaca yang tertutup rapat, karena waktu kemarin penulis ke sana ada satu rombongan yang kaca mobilnya terbuka, dan mereka makan cemilan, akhirnya si monyet hampir masuk ke dalam mobil dan merebut paksa cemilannya tersebut.

Setelah kurang lebih setengah hari rombongan puas dengan mengambil gambar di Taman Nasional Baluran, akhirnya kami pindah tempat ke Pantai Gandrung, tadinya sih kita mau ke Pantai Warna, tapi berhubung jalannya saat itu sedang dalam perbaikan jadi ditutup untuk sementara waktu. Menurut penulis Pantai Gandrung sangat bagus dengan hamparan ombak yang lumayan besar saat itu, kita juga bisa melihat pulau Bali dari sini dan di Pantai Gandrung pun kita bisa mengabadikan moment denga mengambil foto dengan background ikon patung penari gandrung yang terkenal. Namun satu hal yang sangat disayangkan adalah banyak parar pengunjung, pedang dan lainnya yang tidak memperhatikan kebersihan pantai, sehingga pantai menjadi kotor penuh dengan sampah plastik. Dalam hal ini, mungkin pemerintah daerah harusnya lebih aktif lagi dalam memikirkan mengenai hal ini, karena jika hal ini terus dibiarkan lambat laun wisatawan tidak akan tertarik lagi untuk berkunjung ke pantai tersebut, padahal pantainya bagus.
Setalah puas berfoto di Pantai Gandrung, rombongan pun melanjutkan perjalanan ke kota Banyuwangi dengan tujuan mencari kuliner khas Banyuwangi. Saat itu rombongan dibawa ke tempat makan tradisional khas Banyuwangi, tempatnya sih lumayan kecil tapi yang beli ngantrinya lumayan lama, ternyata makanannya enak dan harganya sangggaaaat murah. Setelah kenyang, kami akhirnya dibawa ke tempat penginapan, untuk beristirahat sejenak sebelum kembali melanjutkan perjalanan ke Kawah Ijen. Oleh pihak tour travel kami diberitahu bahwa perjalanan pendakian ke Kawah Ijen akan dilakukan pukul 2 pagi, jadi rombongan harus siap sekitar jam 12 malam, karena perjalanan dari tempat penginapan ke Kawah Ijen cukup jauh, kurang lebih 1,5 jam.
Tepat pada jam setengah dua pagi kami sudah sampai di tempat parkiran pendakian Kawah Ijen, sebleum rombongan melakukan pendakian, rombongan dibreafing dulu oleh guide yang memandu kami. Satu orang guide memandu kurang lebih 5-7 orang. tips yang harus dilakukan ketika mau melakukan pendakian ke Kawah Ijen adalah siapkan stamina kalian dengan baik caranya harus cukup tidur dan usahakan minum vitamin atau suplement tambahan sebelum mendaki, karena pendakian ke puncak Ijen cukup ekstrim jalannya dan memerlukan waktu kurang lebih 2 jam perjalanan, jadi totalnya PP adalah 4 jam perjalanan.


Tapi tenang aja buat kalian yang tidak kuat berjalan kaki, tatpi tetap bersikeras untuk mendaki, kalian bisa memanfaatkan jasa ojek grobak. Kenapa dibilang begitu, karena kendaran lain memang tidak bisa naik sampai puncak, dan hanya gerobak yang diangkut dan didorong oleh tenaga manusialah yang bisa sampai kesana. Namun, kalau kalian mau memakai jasa ojek ini, kalian harus siap2 merogoh kocek yang cukup mahal, karena kalian harus membayar 800rb rupiah untuk perjalanan PP. tetapi menurut penulis sih hal itu seimbang dengan beratnya pekerjaan yang mereka lakukan, karena kalian bisa bayangkan mereka harus mengangkut penumpang dengan medan kemiringan yang ekstrim selama 4 jam. Biasanya satu ojek terdiri dari 3 orang, 1 penarik dan 2 pendorong, dan biasanya nanti mereka ganti-gantian.

Semua pengorbanan kalian akan tergantikan ketika sudah sampai puncak Ijen. Namun untuk bisa melihat blue fayer yang sangat terkenal itu, pastikan kalian harus sudah sampai di puncak Kawah Ijen sebelum jam setengah lima, alasannya kalau sudah lewat jam tersebut akan muncul mata hari pagi, sehingga blue fayernya tidak akan terlihat lagi.
Saat itu penulis tidak sempat melihat blue fayer, karena ketika sampai di puncak sudah jam setengah lima, sedangkan untuk melihat blue fayer kita harus turun lagi ke kawah dekat danau belerang. Tetapi walaupun begitu penulis sangat menikmati dan puas dengan pemandangan yang ada di Puncak Kawah Ijen yang begitu indah. Hampir sama dengan pemandangan yang ada di Gunung Papandayan, Cuma bedanya di Papandayan ada hamparan taman Edelweis dan Black Forest (Hutan Mati), sedangkan di Kawah Ijen tidak ada.

Setelah puas menikmati pemandangan di puncak Ijen, akhirnya rombongan turun kembali dan kami harus kembali ke Surabaya, kemudian kembali ke tempat masing-masing heeeeeheee.
Oke, untuk kali ini cukup ulasannya mengenai Banyuwangi yang guys. Sebenarnya selain ke tiga tempat yang penulis ceritakan di atas, masih banyak tempat-tempat lain yang indah dan menarik yang ada di Banyuwangi, berhubung waktunya juga terbatas, yah next time lah kembali lagi ke Banyuwangi dan berkunjung ke tempat lainnya… salam traveler





No comments:

Post a Comment

Wisata Keluarga Pantai Pangandaran 2021

Wisata Keluarga Pantai Pangandaran 2021 Kebersamaan yang takkan terulang   Halo semuanya, kali ini penulis akan membahas mengenai perjalanan...